Perangkat skrining pendengaran yang adaptif, terjangkau, serta mudah digunakan  (Elbicare)

Pasien penderita Multi-Drug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) sering kali harus menjalani terapi pengobatan dengan obat-obatan ototoksik yang berisiko menyebabkan gangguan atau penurunan fungsi pendengaran. Untuk mengantisipasi dampak tersebut, diperlukan perangkat skrining pendengaran yang adaptif, terjangkau, serta mudah digunakan di layanan kesehatan primer maupun langsung di lapangan.

Menjawab kebutuhan medis tersebut, tim peneliti dari Telkom University Purwokerto bersama para pakar multidisiplin melaksanakan kegiatan pra-studi kelayakan untuk ELBICARE, sebuah perangkat audiometri ruang terbuka yang dirancang khusus untuk mendukung Program Nasional Indonesia Sehat.

Tujuan dan Metode Pra-Studi Kelayakan

Pra-studi kelayakan ini bertujuan menilai potensi pengembangan dan hilirisasi ELBICARE sebagai solusi skrining pendengaran yang mandiri, sekaligus memberikan dasar ilmiah, teknis, dan strategis bagi komersialisasi alat kesehatan dalam negeri.

Penelitian yang berlangsung pada periode Januari–April 2025 ini menerapkan metode evaluasi komprehensif yang mencakup lima pilar utama:

  1. Kebutuhan dan Relevansi: Analisis urgensi medis di fasilitas kesehatan.
  2. Evaluasi Teknis dan TKT: Penilaian kesiapan teknologi dan uji performa.
  3. Pasar dan Model Bisnis: Pemetaan peluang adopsi dan penetapan strategi komersialisasi.
  4. Finansial dan Risiko: Analisis kelayakan ekonomi dan pemetaan risiko usaha.
  5. Regulasi dan Legal: Pemenuhan standar alat kesehatan dan persiapan izin edar.

Hasil Evaluasi dan Kinerja Perangkat

Berdasarkan hasil analisis dan uji teknis, ELBICARE menunjukkan performa serta kesiapan yang sangat matang:

  • Kesiapan Teknologi (TKT 8 $\rightarrow$ TKT 9): Perangkat telah terintegrasi dan tervalidasi secara penuh dalam lingkungan operasional nyata.
  • Kinerja Produk High Accuracy: Memiliki tingkat Sensitivitas 82% dan Spesifisitas 88%, membuktikan keandalan hasil pemantauan pendengaran.
  • Potensi Pasar Luas: Memiliki peluang implementasi yang besar di lebih dari 10.374 Puskesmas di seluruh Indonesia sebagai garda terdepan layanan kesehatan primer.
  • Kelayakan Finansial: Indikator ekonomi menunjukkan usaha ini layak dan berkelanjutan, serta memberikan potensi efisiensi biaya kesehatan nasional melalui deteksi dini.
  • Kepatuhan Regulasi: Memenuhi persyaratan administrasi-operasional alat kesehatan untuk menuju tahap perizinan edar AKL/NIE.

Tim Pra-Studi Kelayakan

Kegiatan pra-studi dan hilirisasi riset ini dipimpin oleh tim pakar yang kompeten di bidangnya:

  • Ketua: Dr. Risa Farrid Christianti, S.T., M.T. (Telkom University Purwokerto)
  • Pakar Teknis: Sevia Indah Purnama, S.ST., M.T.
  • Pakar Keuangan & Risiko: Abdul Azis, S.E., M.Ak.
  • Pakar Regulasi & Legal: Diah Septiani, S.Kom., M.C.S. (AI)
  • Pakar Pasar & Model Bisnis: Yosita Dwiani Suryaningtyas, S.Pi., M.Si.

Melalui kesimpulan pra-studi ini, ELBICARE dinyatakan sangat layak untuk dilanjutkan ke tahap komersialisasi. Percepatan adopsi melalui kemitraan industri diharapkan dapat segera mewujudkan kemandirian alat kesehatan di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *