Budidaya Jamur Tiram

Inovasi Budidaya Jamur Tiram Berbasis IoT di Desa Margasana, Banyumas

Pada 11 Juni 2026, tim pengabdian masyarakat dari Telkom University Purwokerto melaksanakan program penerapan Teknologi Tepat Guna bertajuk “Budidaya Jamur Tiram Berbasis IoT”. Kegiatan ini ditujukan untuk membantu Kelompok Jamur Tiram Berkah Abadi yang berlokasi di Desa Margasana, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas.

Latar Belakang & Tujuan Kegiatan ini didasari oleh kendala utama yang sering dihadapi para pembudidaya jamur tiram, yaitu fluktuasi suhu dan kelembapan kumbung yang tidak stabil serta proses penyiraman yang masih dilakukan secara manual. Melalui inovasi ini, tim bertujuan untuk:

  • Memantau kondisi lingkungan kumbung jamur secara real-time.
  • Mengotomatisasi sistem penyiraman kumbung.
  • Meningkatkan keterampilan dan pemahaman mitra dalam memanfaatkannya.

Sistem Kerja IoT Sistem pintar yang diterapkan memadukan beberapa komponen utama:

  1. Sensor DHT22 membaca data suhu (°C) dan kelembapan (%) di dalam kumbung.
  2. Mikrokontroler ESP32 mengolah data sensor dan terhubung ke Blynk Cloud melalui koneksi internet.
  3. Data kondisi kumbung dikirimkan ke Aplikasi Blynk di ponsel pintar sehingga petani dapat memantau kumbung dari jarak jauh.
  4. Berdasarkan kondisi lingkungan, ESP32 mengontrol Pompa Otomatis untuk melakukan penyiraman secara berkala dan efisien.
  5. Seluruh perangkat ditopang oleh catu daya PLN yang dilengkapi proteksi keamanan MCB dan ELCB.

Tahapan Kegiatan Pelaksanaan program Hibah Abdimas Skema Teknologi Tepat Guna Tahun 2026 ini melalui empat tahapan utama:

  1. Persiapan: Survei lapangan dan perancangan sistem.
  2. Implementasi: Pemasangan alat dan uji coba sistem IoT pada kumbung mitra.
  3. Pelatihan: Pendampingan pengoperasian serta perawatan perangkat bagi anggota kelompok.
  4. Evaluasi: Pengumpulan umpan balik dan pendampingan berkelanjutan.

Hasil dan Manfaat Implementasi sistem IoT ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi mitra. Selain mengurangi beban pemantauan manual, teknologi ini mampu menjaga konsistensi kelembapan kumbung dan menghemat penggunaan air. Lebih dari itu, para pembudidaya kini dibekali keterampilan teknis modern untuk mendukung produktivitas budidaya jamur tiram secara berkelanjutan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *