Pengusir Burung Berbasis IoT

Serangan hama burung pemakan bulir padi masih menjadi salah satu ancaman terbesar yang membayangi para petani di berbagai daerah, tidak terkecuali di Desa Windujaya, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Penjagaan sawah secara konvensional atau manual tidak hanya menyita banyak waktu dan tenaga, tetapi juga menambah beban biaya operasional yang cukup tinggi bagi petani lokal.

JPG+ 1

Menjawab tantangan tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat (PkM) dari Telkom University Purwokerto menghadirkan solusi teknologi tepat guna bertajuk BIRD EXTERM (Pengusir Hama Burung Berbasis IoT Tenaga Matahari dan Pengawasan Real-Time). Program berdampak ini dilaksanakan secara kolaboratif bersama Kelompok Tani Sido Urip dan Pemerintah Desa Windujaya.

JPG+ 1

Arsitektur Teknologi Cerdas BIRD EXTERM

Perangkat BIRD EXTERM dirancang untuk mengotomatisasi proses pengusiran hama secara responsif dan ramah lingkungan. Sistem ini mengintegrasikan beberapa modul utama:

JPG+ 1

  • ESP32 sebagai Pusat Kendali: Berfungsi sebagai microcontroller cerdas yang mengoordinasikan seluruh masukan sensor dan tindakan pengusiran. JPG
  • Sensor Gerak & Suara: Mendeteksi kedatangan kawanan burung secara akurat dan memicu sistem suara pengusir secara otomatis. JPG
  • Panel Surya Mandiri: Menyediakan pasokan daya listrik terbarukan sehingga perangkat dapat beroperasi secara kontinu di tengah lahan persawahan tanpa tergantung jaringan listrik PLN. JPG
  • Integrasi IoT via Aplikasi Blynk: Memungkinkan petani serta tim pengelola melakukan pemantauan status alat dan statistik aktivitas secara real-time dari jarak jauh melalui smartphone. JPG

Tahapan Pelaksanaan Program

Rangkaian kegiatan PkM ini berlangsung terstruktur dari Maret hingga Juni 2025 melalui lima tahapan utama:

JPG

  1. Koordinasi dan FGD: Penyelarasan kebutuhan dan identifikasi masalah lapangan bersama mitra. JPG
  2. Perancangan Alat: Perakitan serta pengujian fungsionalitas modul sistem di laboratorium. JPG
  3. Instalasi Lapangan: Pemasangan unit BIRD EXTERM secara langsung di area persawahan Desa Windujaya. JPG
  4. Pelatihan Petani: Edukasi dan pendampingan teknis pengoperasian alat serta penggunaan aplikasi Blynk bagi anggota kelompok tani. JPG
  5. Monitoring & Evaluasi: Pemantauan kinerja sistem dan analisis dampak ekonomi selama periode pasca-pemasangan. JPG

Dampak Nyata dan Hasil Evaluasi Lapangan

Berdasarkan evaluasi lapangan selama 4 minggu berturut-turut setelah instaslasi, keberadaan BIRD EXTERM terbukti memberikan dampak signifikan pada efisiensi pertanian:

JPG

  • Penurunan Intensitas Hama: Intensitas serangan burung berkurang drastis hingga ±75%, dari semula 15–20 kali per hari menjadi hanya 3–5 kali per hari. JPG
  • Peningkatan Hasil Panen: Produktivitas lahan meningkat dari 5,2 ton/ha menjadi 5,85 ton/ha (naik 12,6%). JPG
  • Efisiensi Biaya: Biaya tenaga kerja untuk pengusiran burung berhasil ditekan hingga 80%, dari Rp500.000 menjadi Rp100.000 per musim panen. JPG
  • Tingkat Kepuasan & Keandalan: Skor kepuasan petani melonjak dari 2,8 menjadi 4,5 (skala 1–5), didukung oleh stabilitas operasional alat (uptime) yang mencapai 96,4%. JPG

Dukungan Tim Akademisi

Keberhasilan implementasi teknologi tepat guna ini terwujud atas kerja keras tim dosen dan mahasiswa Telkom University Purwokerto yang terdiri dari M. Lukman Leksono, Achmad Sultoni, Hari Widi Utomo, Fikra Titan Syifa, Shintia Dwi Alika, dan Riyatno.

JPG

Diharapkan, penerapan teknologi BIRD EXTERM ini tidak hanya mampu meringankan beban kerja petani di Desa Windujaya, tetapi juga menjadi percontohan modernisasi sektor pertanian berbasis Internet of Things (IoT) di wilayah Kabupaten Banyumas dan sekitarnya.

JPG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *