
Minuman tradisional Dawet Ayu khas Banjarnegara merupakan salah satu warisan kuliner lokal yang memiliki potensi pasar sangat luas. Namun, keterbatasan peralatan produksi yang masih sederhana, belum tersusunnya Standar Operasional Prosedur (SOP), serta terbatasnya pengelolaan bisnis sering kali menjadi tantangan utama bagi UMKM lokal dalam memperluas jangkauan pasarnya.
Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “PkM BangdaAyu Drink”, tim akademisi dari Telkom University Purwokerto hadir untuk mendampingi Paguyuban Dawet Ayu Banjarnegara Tribuana yang berlokasi di Desa Tribuana, Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara. Program ini berfokus pada peningkatan daya saing produk dawet ayu kemasan siap minum melalui standarisasi mutu produksi dan pendampingan manajemen bisnis.
Tujuan dan Tahapan Pelaksanaan Program
Program ini bertujuan untuk mendukung mutu dan efisiensi produksi, meningkatkan pemahaman pelaku usaha terkait keamanan pangan, serta memodernisasi inovasi produk dawet ayu agar siap dipasarkan dalam bentuk kemasan praktis.
Rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui lima tahapan terstruktur:
- Analisis Kondisi Mitra: Identifikasi kebutuhan dan kendala operasional di lapangan.
- Penyuluhan dan Pelatihan: Pembekalan materi Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) dan tata kelola bisnis.
- Implementasi Teknologi: Penyerahan serta penerapan mesin dan peralatan produksi berbasis standar higienis.
- Monitoring dan Evaluasi: Pemantauan peningkatan pemahaman mitra dan efisiensi operasional.
- Keberlanjutan Program: Penyusunan skema pendampingan jangka panjang.
Peningkatan Mutu, Peralatan Produksi, dan Manajemen Bisnis
Melalui sesi pelatihan dan penyuluhan, terjadi peningkatan pemahaman yang sangat signifikan pada anggota mitra:
- Pemahaman CPPOB dan SOP: Skor posttest meningkat menjadi 85,2% (naik 27,9 poin persentase dari skor pretest 57,3%).
- Manajemen Bisnis & BMC: Pemahaman Business Model Canvas meningkat pesat menjadi 83,32% (naik 31,64 poin persentase dari skor awal 51,68%).
Selain peningkatan kapasitas sumber daya manusia, tim PkM juga menyerahkan bantuan fasilitas berupa:
- 1 Mesin Pemasak Adonan: Kapasitas 30 liter yang dilengkapi pengaduk otomatis untuk efisiensi tenaga dan konsistensi kematangan.
- 1 Alat Pencetak Stainless Steel: Berukuran $40 \times 40\text{ cm}$ yang higienis dan tahan karat.
- 3 Dokumen SOP: Dokumen acuan standar proses produksi pangan olahan.
- 1 Dokumen BMC: Panduan pengembangan model bisnis dan pemetaan pasar.
Status Pengembangan Produk dan Tim Pelaksana
Saat ini, formulasi produk kemasan Dawet Ayu Siap Minum (BangdaAyu Drink) masih terus dikembangkan dan disempurnakan guna memastikan ketahanan simpan serta konsistensi rasa sebelum dipasarkan secara luas.
Program PkM ini diketuai oleh Nurul Latifasari, S.TP., M.P., bersama anggota tim Ratih Windu Arini, S.T., M.T. dan Yulian Zetta Maulana, S.T., M.T. dari Telkom University Purwokerto. Melalui sinergi ini, diharapkan Dawet Ayu Banjarnegara dapat bertransformasi menjadi produk kuliner lokal yang modern, higienis, dan berdaya saing tinggi.